LAPORAN MANAJEMEN

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Pencapaian kinerja Pertamina tahun 2018 juga merupakan kontribusi pengawasan Dewan Komisaris dan keputusan-keputusan strategis yang diambil oleh Dewan Komisaris.


Para Pemangku Kepentingan yang kami hormati,

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga dalam tahun 2018 ini Pertamina berhasil melaksanakan tugasnya, baik secara korporasi maupun sebagai agent of development, secara maksimal walaupun dalam kondisi yang memang sulit.

KONDISI EKSTERNAL

Ketidakpastian global di tahun 2018 mempengaruhi permintaan ekonomi secara global, ketidakpastian moneter Amerika Serikat hingga Perang Dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok menyebabkan dinamika pada nilai tukar. Perekonomian Indonesia di tahun 2018 menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan inflasi yang terjaga. Hal ini memberikan suasana yang kondusif bagi upaya penguatan momentum pemulihan ekonomi domestik.

Pemerintah menyatakan tidak ada perubahan harga BBM & LPG PSO serta tidak ada perubahan skema penyediaan dan distribusi BBM & LPG PSO. Kondisi ini menyebabkan kinerja Pertamina menurun di awal tahun 2018. Namun Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 43 tahun 2018, yang di dalamnya menyatakan bahwa Pertamina akan mendapatkan penggantian dari Pemerintah atas selisih antara harga ketetapan dan formula setelah diaudit oleh BPK dan mendapatkan penetapan dari Menteri Keuangan setelah berkoordinasi dengan Menteri ESDM dan BUMN.

Kebijakan Pemerintah dalam Perpres No. 43 tersebut mempengaruhi kinerja laba dan cash flow Pertamina Tahun 2018. Pertamina telah mengakui selisih harga ketetapan dan harga formula untuk penjualan tahun 2017 dan tahun 2018 dalam Laporan Keuangan tahun 2018 karena semua persyaratan telah terpenuhi. Kondisi ini mempengaruhi kinerja laba namun karena Pertamina belum memperoleh pembayaran maka cash flow perusahaan relatif terganggu.

PENILAIAN KINERJA DIREKSI

Dewan Komisaris tetap mengapresiasi bahwa Direksi telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam menghadapi masa sulit pada tahun 2018 sehingga masih dapat menghasilkan laba yang tinggi. Pertamina mencapai laba bersih tahun 2018 sebesar USD 2,64 miliar.

Keberlanjutan pencapaian kinerja ini sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan Direksi untuk terus melakukan efisiensi dalam kegiatan operasi. Upaya untuk melakukan penurunan losses tetap konsisten dilakukan melalui upaya-upaya preventif dan pengendalian. Direksi diharapkan dapat tetap memberikan prioritas pada upaya penurunan losses, dalam rangka meningkatkan budaya “Clean”.

Pertamina telah meningkatkan upaya-upaya pelaksanaan investasi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga tahap evaluasi. Selain itu, perencanaan investasi ke depan sebaiknya disusun dengan lebih realistis dan memperhatikan kondisi lapangan.

Pertamina menerapkan strategi yang tepat sehingga stok produk migas nasional tetap terjaga dengan baik namun dengan tetap memperhatikan biaya modal kerja yang harus ditanggung Pertamina. Hal ini terbukti antara lain dari hasil kinerja Perkapalan yang melebihi target. Di samping itu, sektor pengolahan juga membukukan kinerja yang cukup baik pada tahun 2018 di sisi Total Yield on Intake dan Yield Valuable on Total Intake.

Di sektor pemasaran, Pertamina berhasil meningkatkan jumlah volume penjualan di semua lini produknya namun dari sisi pangsa pasar relatif tetap stabil. Kinerja tersebut tetap harus diapresiasi karena dalam persaingan yang ketat, Pertamina terbukti masih mampu mempertahankan pangsa pasarnya. Pertamina diharapkan untuk dapat meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka meminimalisasi faktor-faktor eksternal yang berpotensi mengganggu pencapaian target, misalnya dalam hal infrastruktur.

Kinerja HSSE pada tahun 2018 belum sepenuhnya excellent karena masih terdapat kasus fatality walaupun dalam jumlah sedikit. Pertamina tetap konsisten dalam meningkatkan kepeduliannya terhadap pengelolaan lingkungan sekitar operasi perusahaan, ditandai dengan kenaikan pencapaian jumlah proper dari tahun ke tahun.

PENGAWASAN DAN PEMBERIAN ARAHAN

Pencapaian kinerja Pertamina tahun 2018 juga merupakan kontribusi pengawasan Dewan Komisaris dan keputusan-keputusan strategis yang diambil oleh Dewan Komisaris. Sesuai Anggaran Dasar, tidak semua keputusan dapat dilakukan oleh Direksi namun keputusan yang strategis tetap membutuhkan keputusan Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham. Beberapa keputusan yang tidak dapat dilakukan oleh Direksi antara lain investasi penyertaan modal pada perusahaan lain, pengambilan participating interest, penyusunan perubahan rencana kerja perusahaaan.

Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Dewan Komisaris memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. Bahkan atas setiap keputusan yang diberikan, Dewan Komisaris juga memberikan arahan untuk melaksanakan keputusan tersebut. Beberapa arahan strategis yang diberikan selama tahun 2018 antara lain:

  1. Penyusunan anggaran, pelaksanaan dan monitoring investasi perlu mendapatkan perhatian mengingat bahwa pencapaian investasi selalu berada di bawah target dan banyak proyek yang mengalami keterlambatan. Perlu peningkatan kapasitas dalam manajemen proyek. Selain itu, perencanaan investasi ke depan sebaiknya disusun dengan lebih realistis dan memperhatikan kondisi lapangan.
  2. Direksi diharapkan dapat meningkatkan upaya-upaya optimalisasi sumur produksi, perbaikan & maintenance peralatan produksi secara berkala, koordinasi dengan ISC untuk mengoptimalkan lifting.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA

Pertamina menyadari perannya sebagai BUMN tidak hanya bertujuan mengejar keuntungan semata. Pertamina juga berperan dalam menyediakan BBM di seluruh wilayah tanah air, mengelola sumber-sumber migas dan menjaga ketahanan energi nasional. Efisiensi dalam setiap lini kegiatan operasi dan keputusan investasi yang tepat dengan mengedepankan prinsip-prinsip bisnis yang sehat menjadi kunci keberhasilan dalam mengemban tugas tersebut.

Kemampuan Pertamina untuk tetap menghasilkan kinerja optimal di tahun 2018, dalam kondisi kenaikan harga minyak dan kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan, menunjukkan bahwa Perusahaan mampu untuk bertahan dalam kondisi sulit. Persaingan yang semakin ketat pada sektor hilir, mendorong upaya untuk melakukan efisiensi dan peningkatan pelayanan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan volume penjualan dan pangsa pasar di sektor hilir.

Pertamina merencanakan melakukan perbaikan dan pemutakhiran infrastruktur distribusi sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik dan mengurangi potensi losses. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan monitoring losses yang lebih ketat dan perubahan budaya kerja, sehingga menghasilkan peningkatan efisiensi signifikan.

PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Dewan Komisaris menilai Perseroan telah menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten. Komitmen pengelolaan tata kelola ini dibuktikan dengan keteraturan perusahaan melakukan penilaian GCG untuk memastikan bahwa semua aspek tata kelola dilaksanakan dengan baik. Perseroan berusaha agar GCG diterapkan dalam setiap keputusan yang diambil dan menjadi dasar dalam melaksanakan kegiatan Perseroan.

Implementasi tata kelola perusahaan yang baik tersebut menghasilkan kinerja yang baik yang tercermin dalam Tingkat Kesehatan Perusahaan secara keseluruhan, yang mengombinasikan penilaian kinerja keuangan, operasi dan administrasi. Pada tahun 2018, realisasi tingkat kesehatan Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.KEP-100/MBU/2002 mencapai 86,72 (kategori Sehat AA), di samping itu Kementerian BUMN selaku Pemegang Saham menetapkan kontrak kinerja manajemen berdasarkan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) mencapai 103,67%. Hal ini berarti kinerja manajemen Pertamina mengalami peningkatan dibanding tahun 2017.

Dewan Komisaris juga melakukan monitoring atas pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan pada lingkungan dan masyarakat. Perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Kegiatan CSR memberikan kontribusi kepada masyarakat di bidang Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup. Kegiatan CSR dilaksanakan untuk mendukung kegiatan operasi Pertamina dan perolehan Proper dari beberapa unit operasi. Kegiatan Bina Lingkungan difokuskan pada kegiatan pemberian bantuan pendidikan, bencana alam, pembangunan sarana ibadah, olahraga dan peningkatan kesehatan masyarakat. Program kemitraan fokus pada upaya pemberian dukungan modal usaha serta upaya pembinaan dan perluasan akses pasar untuk pengusaha kecil.

PENILAIAN KINERJA ATAS KOMITE DEWAN KOMISARIS

Tugas pengawasan yang dilaksanakan Dewan Komisaris dilaksanakan secara langsung oleh Dewan Komisaris atau secara tidak langsung melalui Komite-Komite Dewan Komisaris yaitu Komite Audit, Komite Nominasi & Remunerasi dan Komite Pemantau Manajemen Risiko. Pengawasan dilakukan atas aspek–aspek operasional dan strategis yang berkontribusi signifikan bagi kinerja Perseroan.

Dewan Komisaris berpendapat bahwa fungsi pengawasan yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris sepanjang tahun 2018 sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Board Manual dan dilaksanakan dengan baik. Dewan Komisaris menjalankan perannya untuk melakukan monitoring jalannya Perseroan dan memberikan keputusan sesuai dengan kewenangan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Komisaris menyampaikan laporan tugas pengawasan dan penilaian atas pencapaian kinerja Dewan Komisaris secara triwulanan dan tahunan kepada Pemegang Saham.

Komite Dewan Komisaris telah bekerja dengan baik sesuai ketentuan Good Corporate Governance (GCG). Komite bekerja aktif menganalisis dan merespon perubahan lingkungan bisnis yang berpengaruh terhadap kinerja Perseroan. Komite juga membantu Dewan Komisaris dalam menyiapkan surat Dewan Komisaris terkait permintaan persetujuan, dukungan, saran/nasihat serta tanggapan dari Direksi setelah melakukan proses analisis mendalam.

Komite Audit memonitor kinerja audit internal, auditor independen dalam melakukan audit laporan keuangan, me-review laporan Perseroan kepada pihak luar, sistem pengendalian intern Perseroan dan memonitor sistem whistleblowing. Komite Audit membantu tugas Dewan Komisaris dalam memberikan persetujuan penghapusan aset, monitoring Anak Perusahaan, monitoring kinerja operasi dan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Komite Pemantau Manajemen Risiko (PMR) memonitor kinerja sektor hulu, hilir dan investasi, melakukan analisis dan memberikan rekomendasi keputusan strategis di bidang investasi. Komite Nominasi & Remunerasi (NR) membantu dalam memastikan ditempatkannya SDM unggul untuk menduduki posisi kunci pada Perseroan, melakukan review atas formulasi remunerasi Direksi & Dewan Komisaris, usulan perubahan struktur organisasi, dan usulan perubahan Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan Pertamina.

Komite-Komite memiliki mitra kerja dengan Manajemen yang mengelola proses bisnis terkait. Hubungan kemitraan yang baik dan harmonis dengan Komite telah menciptakan proses komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga memudahkan tugas Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Dalam tahun 2018 terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris. Berdasarkan Keputusan No.SK-142/MBU/05/2018 tanggal 30 Mei 2018, RUPS memutuskan :

  1. Memberhentikan dengan hormat Sdr.Edwin Hidayat Abdullah.
  2. Mengangkat Sdr.Ahmad Bambang dan Sdr.Ego Syahrial sebagai Komisaris.
  3. Menetapkan Sdr.Alexander Lay sebagai Komisaris Independen. Dengan demikian ketentuan minimal 20% Komisaris Independen telah terpenuhi.

APRESIASI

Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan Pertamina yang senantiasa mendukung perjalanan Perseroan baik dalam kondisi yang baik maupun dalam kondisi yang sulit. Apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan banyak kemudahan kepada Pertamina dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga ketersediaan BBM di seluruh tanah air. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh insan Pertamina di seluruh wilayah kerja Pertamina, dari jajaran pekerja sampai dengan Direksi, yang senantiasa giat memberikan kemampuan terbaiknya untuk Pertamina. Apresiasi kepada para pelanggan, pemasok, mitra bisnis kami, atas kerja sama dan jalinan hubungan yang saling menguntungkan yang selama ini telah berjalan dengan baik. Semoga Pertamina mampu terus mengukir prestasi untuk negeri dan menjadi kebanggaan Indonesia.

26
PERTAMINA Laporan Tahunan 2018