PROFIL PERUSAHAAN

Sejarah Perusahaan

Dalam mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina telah memproyeksikan pengembangan bisnis lebih lanjut yang mampu mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia dengan dimulainya studi pembangunan Green Refinery di Indonesia.

Mewujudkan ketahanan energi nasional merupakan salah satu cita-cita yang diusung oleh PT Pertamina (Persero). Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara, Pertamina berada di baris terdepan untuk mendukung upaya yang telah dicanangkan pemerintah sejak lama. Karena itu, dari waktu ke waktu, Pertamina terus memperkuat komitmen untuk melakukan pengembangan usaha di bidang energi baru dan terbarukan serta diversifikasi usaha.

Pengalaman dan kapasiatas yang dimiliki Pertamina menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Pertamina telah memiliki sejarah yang panjang di industri energi nasional. Tonggak sejarah Pertamina diawali sekitar tahun 1950-an, Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Angkatan Darat yang kemudian mendirikan PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara untuk mengelola ladang minyak di wilayah Sumatera. Pada 10 Desember 1957, perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA.

Pada tahun 2003, perjalanan Pertamina memasuki babak baru. Berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 tanggal 18 Juni 2003, Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara berubah nama menjadi PT Pertamina (Persero) yang melakukan kegiatan usaha migas pada Sektor Hulu hingga Sektor Hilir.

Tepat pada perayaan hari jadi yang ke-50, Pertamina visi Perusahaan yaitu, “menjadi perusahaan minyak nasional kelas dunia“ yang kemudian disempurnakan “menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia“ pada tahun 2011.

Tahun 2018, fokus utama Pertamina adalah untuk mencapai cita-cita ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah kebutuhan energi yang juga terus mengalami peningkatan. Masifnya pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah pada akhirnya akan mendorong peningkatan kebutuhan energi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina, yaitu bagaimana pasokan energi harus di amankan untuk dapat mengimbangi pertumbuhan populasi, ekonomi, infrastruktur serta permintaan energi tersebut.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan sinergi agar dapat memberikan solusi untuk kepentingan nasional tersebut. Pertamina miyakini bahwa kekayaan yang sudah tersedia di alam Indonesia dapat dioptimalkan menjadi sumber energi.

Tahun 2018, Pertamina memperoleh hak pengelolaan Blok Rokan dari Pemerintah Indonesia dan akan secara penuh menjadi operator di tahun 2021. Dengan tambahan satu lagi blok raksasa dan Blok Mahakam yang telah diserahkan kepada Pertamina sejak 2017, produksi Pertamina diproyeksikan akan semakin meningkat. Di Tahun 2018, juga menandai perkembangan bisnis gas Pertamina dengan bergabungnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Pertamina menjadi pemilik jariangan pipa gas terpanjang di Asia Tenggara dengan total mencapai lebih dari 9.600 km.

Dalam mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina telah memproyeksikan pengembangan bisnis lebih lanjut yang mampu mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia dengan dimulainya studi pembangunan Green Refinery di Indonesia. Green Refinery akan berperan dalam mengolah vegetasi lokal seperti sawit, tebu, dan tanaman lainnya menjadi biofuel. Hal ini akan mendukung program pemerintah Indonesia untuk mengurangi impor BBM dengan meningkatkan produksi B20.

 

46
PERTAMINA Laporan Tahunan 2018