ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

Tinjauan Ekonomi

EKONOMI GLOBAL

 

Kondisi ekonomi global tahun 2018 diwarnai oleh ketidakpastian. Hal ini salah satunya disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Perang dagang yang melibatkan dua kekuatan utama ekonomi dunia ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap arus perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi global pada semester kedua tahun 2018 berjalan lebih lambat dibandingkan semester pertama.

Pada saat yang bersamaan, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) membuat kebijakan untuk menaikan suku bunga. Sepanjang tahun 2018, The Fed tercatat 4 kali menaikan tingkat suku bunga acuan, hingga ke level 2,5%. Kenaikan suku bunga The Fed juga berdampak pada kondisi pasar keuangan global, di mana arus investasi lebih mengarah ke instrumen yang cenderung aman (risk aversion), sehingga pasar saham global terkoreksi cukup tajam.

Kondisi ekonomi global semakin menjadi tidak pasti dengan menguatnya nilai tukar USD terhadap hampir semua mata uang asing, termasuk Rupiah.

Pelemahan ekonomi global tahun 2018 salah satunya tercermin dari melemahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dengan pertumbuhan sebesar 6,6%, pertumbuhan tersebut menjadi yang terendah dalam 28 tahun terakhir. Di lain pihak, ekonomi AS justru mengalami pertumbuhan yang cukup kuat tahun 2018 dengan pertumbuhan sebesar 2,9%, meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya sebesar 2,2%. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi AS diprediksi akan kembali melambat tahun 2019, salah satunya disebabkan dampak dari perang dagang dengan Tiongkok.

EKONOMI INDONESIA

Sebagai bagian dari ekosistem perekonomian global, perekonomian Indonesia juga terdampak oleh ketidakpastian kondisi ekonomi global. Hal ini salah satunya tercermin dari neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit sebesar USD 8,6 miliar dalam 2018.

Untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah dan Bank Indonesia telah mengambil sejumlah kebijakan, salah satunya menaikan tingkat suku bunga BI 7 Days Repo Rate secara bertahap sebanyak enam kali hingga ke level 6,00%. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap USD yang tertekan hampir sepanjang tahun 2018.

Melalui kebijakan ekonomi yang tepat, Pemerintah mampu menekan pelemahan nilai tukar yang Rupiah yang terjadi hampir sepanjang tahun 2018. Bahkan, nilai tukar Rupiah terhadap USD sempat menyentuh Rp15.200 per USD atau menjadi yang terendah sejak krisis ekonomi tahun 1998.

Dengan fundamental ekonomi yang cukup kuat, ekonomi Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2018 dan dapat membukukan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sepanjang tahun 2018, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,17%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya 5,07%. Walau pertumbuhan tersebut masih berada di bawah target pemerintah sebesar 5,40%, namun pencapaian tersebut merupakan hasil yang sangat baik. Indonesia mampu mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dalam 4 tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 dipengaruhi oleh kenaikan pengeluaran konsumsi yang ditopang oleh pengelolaan inflasi yang baik oleh Pemerintah. Inflasi di tahun 2018 sebesar 3,13% atau lebih rendah dibandingkan inflasi tahun 2017 sebesar 3,61%. Pencapaian ini sesuai dengan target inflasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5% (±1%).

Indonesia juga mampu membukukan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Total realisasi investasi di tahun 2018 mencapai Rp721,30 triliun atau tumbuh 4,11% dibandingkan Rp692,9 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan investasi PMDN menjadi Rp328,6 triliun di tahun 2018, dari sebesar Rp262,3 triliun di tahun 2017. Sementara itu, investasi PMA turun 8,8% dari posisi tahun 2017 sebesar Rp430,5 triliun menjadi Rp392,7 triliun di tahun berikutnya.

Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen tahun 2018 mengalami penguatan dan industri perbankan mengalami perbaikan dengan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 12,45% dan meningkatnya kualitas kredit yang ditunjukan dengan rasio kredit bermasalah neto dan bruto yang semakin rendah masing-masing sebesar 2,67% dan 1,14%.

Kebijakan ekonomi yang tepat dan efektif juga telah mendorong lembaga pemeringkat Moody's Investor Service (Moody's) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil.

Outlook 2019

Pemerintah Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3% di tahun 2019, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 5,2% di tahun 2018. Pengendalian inflasi yang telah teruji dengan baik menyebabkan inflasi yang stabil dan berada di level 3,5%. Sementara itu, nilai tukar Rupiah diperkirakan masih dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi pasar global sehingga tekanan terhadap Rupiah masih berlanjut dan kurs Rupiah terhadap USD diperkirakan sebesar 14.400.

Harga minyak dunia diprediksi bertahan di level USD 70/barrel sejalan dengan permintaan komoditas yang berlanjut di tahun 2019.

Sektor konsumsi baik yang berasal dari rumah tangga maupun pemerintah masih menjadi katalis utama pertumbuhan PDB Indonesia di tahun mendatang. Pengeluaran konsumsi rumah tangga diproyeksikan tumbuh 5,1% sedangkan konsumsi pemerintah naik sedikit tumbuh lebih tinggi 5,4% ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp402,5 triliun, tumbuh 2,4% di tahun 2019. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang berkeanjutan ini kualitas infrastruktur Indonesia mengalami perbaikan dengan ditandai dengan perbaikan ranking menjadi 52 dari 137 negara (naik 9 peringkat dari tahun 2013 – 2014) berdasarkan data Global Competitiveness Report (2017 – 2018). Selain itu, kinerja logistik Indonesia berada pada ranking 46 dari 160 negara (naik 17 peringkat dari tahun sebelumnya) berdasarkan data (2018) di mana infrastruktur yang menjadi salah satu komponen perhitungan juga mengalami perbaikan peringkat (dari peringkat 73 menjadi 54).

88
PERTAMINA Laporan Tahunan 2018