TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Corporate Social Responsibility

Sudah lebih dari 60 tahun Pertamina berdiri. Dari tahun ke tahun Pertamina tumbuh, berkembang, dan mencapai kemajuan-kemajuan luar biasa sebagai perusahaan energi nasional. Pertamina menyadari bahwa kemajuan-kemajuan tersebut tidaklah terwujud dengan upaya sendiri, melainkan melalui sinergi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui bisnisnya, Pertamina tidak hanya berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan tapi juga bagi masyarakat luas. Nilai tambah ini tidak hanya berupa energi sumber daya alam yang dirasakan oleh orang banyak melainkan juga “energi” positif lainnya, seperti akses terhadap pendidikan yang lebih baik, kemandirian ekonomi, serta pelestarian lingkungan, yang pada akhirnya untuk menuju kehidupan yang lebih baik, sesuai visi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina.

Secara konkret, misi CSR Pertamina mencakup sebagai berikut:

  • Melaksanakan komitmen korporat atas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang akan memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.
  • Melaksanakan tanggung jawab korporat dan kepedulian sosial untuk sebuah pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Prinsip CSR Pertamina mengacu pada ISO 26000, yaitu:

  • Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Mempertimbangkan ekspektasi semua stakeholder
  • Taat hukum dan konsisten dengan norma internasional.
  • Terintegrasi ke dalam bisnis.

Dalam hal mengintegrasikan program CSR ke dalam kegiatan bisnis korporasi, Pertamina berkomitmen untuk:

  • Mengatasi dampak negatif operasi perusahaan melalui kepatuhan terhadap regulasi serta menciptakan nilai baru yang lebih baik kepada masyarakat dan lingkungan.
  • Memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan kepada masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan.
  • Meningkatkan regulasi perusahaan, efisiensi, pertumbuhan usaha, dan menerapkan mitigasi risiko bisnis.

Dalam melaksanakan CSR, Pertamina berlandaskan pada strategi-strategi besar sebagai berikut :

  1. Saling memberi manfaat.
  2. Berkelanjutan.
  3. Prioritas masyarakat wilayah operasi dan terkena dampak.
  4. Pengembangan energi hijau dan selaras dengan PROPER-LH.
  5. Sosialisasi dan publikasi yang efektif.

Dengan wilayah operasi dan spektrum bisnis yang sangat luas dengan pemangku kepentingan yang beragam karakteristik serta kondisinya, Pertamina mengacu pada 3 konsep CSR dalam pelaksanaannya, yaitu CSR sebagai filantropi perusahaan, CSR sebagai manajemen risiko, dan CSR sebagai value creation. Pertamina mengelompokkan program CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ke dalam 4 pilar.

“SINERGI BERBAGI”

Pertamina percaya bahwa dengan sinergi akan menghasilkan proses kerja yang lebih positif. Sinergi tidak hanya mempercepat pencapaian tujuan tapi juga menghasilkan dampak positif yang lebih besar dan luas. Di tahun 2018, Pertamina memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program CSR, baik dengan pemangku kepentingan eksternal maupun dengan Anak Perusahaan serta afiliasi.

Sinergi dengan masyarakat selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program CSR Pertamina. Sebagai pemangku kepentingan eksternal yang menerima manfaat secara langsung dari Program CSR yang dilaksanakan, maka sinergi antara masyarakat dan Pertamina merupakan kunci dalam keberhasilan program tersebut. Bentuk-bentuk sinergi yang dikembangkan antara Pertamina dengan masyarakat adalah dalam lingkup pemberdayaan masyarakat yang kemudian akan melahirkan kemandirian masyarakat. Program Desa Binaan dan Kawasan Ekonomi Masyarakat yang saat ini sudah diimplementasikan dan tersebar ke seluruh wilayah Indonesia merupakan perwujudan nyata dari hasil sinergi pemberdayaan dan kemandirian masyarakat tersebut.

Selain dengan masyarakat, Pertamina juga bersinergi dengan pihak-pihak lain dalam mengimplementasikan program-program CSR yang dikembangkan, termasuk di antaranya dengan BUMN-BUMN lainnya. Salah satu perwujudan Program CSR dalam kerangka sinergi antar BUMN adalah Program 100 Taman Bacaan. Bersinergi dengan PT Balai Pustaka dan PT Pos Indonesia, program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2016. Contoh lain dari sinergi antar BUMN yang sudah dijalankan adalah pembangunan rumah ramah gempa di wilayah Lombok yang merupakan hasil sinergi antara PT PERTAMINA (Persero) dengan PT Adi Karya.

Seperti sudah disampaikan di atas, sinergi akan menghasilkan dampak posiif yang lebih besar dan luas. Hal ini terbukti dari hasil sinergi antara PT PERTAMINA (Persero) dengan salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Pertamina Lubricants. Dari hasil sinergi dalam program Enduro Student Program, program CSR yang dilaksanakan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menjadi program yang bersifat Creating Shared Value (CSV). Pengembangan dalam program CSV merupakan tingkatan lebih tinggi dari program CSR yang dilaksanakan, di mana aspek sosial menjadi salah satu faktor yang ditekankan dalam menyusun strategi bisnis perusahaan.

PERTAMINA CERDAS

Telah menjadi pemahaman yang diyakini secara umum bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh pendidikan masyarakatnya. Untuk itu pendidikan menjadi hal yang fundamental dalam pembangunan masyarakat. Pertamina melalui pilar Pertamina Cerdas berupaya memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.

Salah satu program unggulan Pertamina Cerdas adalah Beasiswa Sobat Bumi. Yang membedakan Beasiswa Sobat Bumi Pertamina dengan program beasiswa lainnya adalah lingkup peruntukan penerima beasiswa yang mempunyai cakupan lebar, yaitu selain pelajar berprestasi, terdapat juga penerima beasiswa dalam kerangka apresiasi yang dikhususkan pada atlet. Selain itu, terdapat juga kerangka sosial dalam menyalurkan Beasiswa Sobat Bumi dengan penerima penyandang disabilitas dan anak-anak yang orang tuanya mengalami kecelakaan kerja. Selain itu, Beasiswa Sobat Bumi juga menyasar kepada penerima di Kawasan Timur Indonesia. Di tahun 2018 Pertamina mengelola dana Beasiswa Sobat Bumi dengan penerima sebanyak 405 orang siswa. Hingga 2018, total penerima Beasiswa Sobat Bumi mencapai 1.157 orang.

PERTAMINA SEHAT

Selain pendidikan, kesehatan jasmani menjadi salah satu faktor penting dalam membangun masyarakat. Pertamina meyakini bahwa kualitas kesehatan generasi suatu bangsa harus dimulai sejak di dalam kandungan sang ibu. Keyakinan tersebut menjadi landasan salah satu program unggulan pilar Pertamina Sehat, yaitu Pertamina Sehati. Pertamina Sehati menyasar pada ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita. Cakupan program Pertamina Sehati meliputi revitalisasi posyandu, pelaksanaan capacity building kader-kader posyandu, awareness dan aktivasi terhadap para ibu pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta merancang dan menerapkan dasar-dasar kemandirian untuk posyandu-posyandu binaan program Pertamina Sehati.

Sejalan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals, yaitu kehidupan sehat sejahtera, dan juga dengan program nawacita yang digagas oleh pemerintah Republik Indonesia, Pertamina Sehati mempunyai target 0,08% dalam hal maternal mortality ratio di tahun 2020. Pertamina Sehati menyasar pada daerah-daerah sekitar Unit Operasi dan Anak Perusahaan Pertamina serta pada wilayah yang termasuk remote area dan wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) sehingga mempermudah dan meningkatkan akses kesehatan yang selama ini sulit didapatkan di daerah-daerah tersebut, dengan melibatkan komunitas lokal untuk berpartisipasi dalam menekan tingkat kematian ibu melahirkan dan kesehatan anak balita. Pada tahun 2018, program Pertamina Sehati diterapkan di tidak kurang dari 29 Posyandu dari total Posyandu yang sudah melaksanakan program tersebut hingga tahun 2018.

PERTAMINA HIJAU

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri ekstraktif, Pertamina memiliki kepedulian besar untuk memberi manfaat kembali kepada alam. Pertamina menyadari betapa alam turut mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Melalui sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, Pertamina membuat dan melaksanakan program-program pelestarian lingkungan.

Dua Program besar yang diusung Pertamina dalam kerangka memberikan kembali kepada alam adalah program Penanaman Mangrove dan Keanekaragaman Hayati. Sepanjang tahun 2018, Pertamina melakukan penanaman mangrove sebanyak 52.000 pohon. Mangrove merupakan pohon yang dapat tumbuh di daerah pesisir. Hal tersebut jugalah yang membuat Pertamina memilih jenis pohon ini untuk ditumbuhkembangkan, mengingat kebanyakan wilayah operasi Pertamina juga berada di tepi laut atau sungai besar. Selain itu, pohon mangrove juga menyediakan banyak efek domino terhadap peningkatan keanekaragaman Hayati di wilayah tersebut, seperti kepiting bakau, beragam jenis ikan, serangga, dan juga hewan-hewan yang mengonsumsi biji atau buah mangrove. Sementara itu, kawasan penanaman mangrove yang sudah terbentuk dengan baik dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian bagi warga sekitar, tidak hanya dari pengelolaan hasil pohon mangrove berupa produk-produk kuliner dan kerajinan, namun juga dengan dijadikannya kawasan tersebut sebagai kawasan agrowisata. Hutan Mangrove Karangsong merupakan salah satu contoh keberhasilan program penanaman mangrove tersebut.

Sementara itu, program lainnya yang digalakkan adalah Keanekaragaman Hayati. Secara garis besar, program ini bertujuan untuk melestarikan kekayaan flora dan fauna endemik asli Indonesia. Melalui unit operasi yang tersebar di seluruh Indonesia, Pertamina menyadari bahwa setiap wilayah Indonesia mempunyai satwa atau tumbuhan endemik asli daerah tersebut yang sudah berstatus langka, sangat langka, atau bahkan di ambang kepunahan. Oleh karena itu, Pertamina melaksanakan program Keanekaragaman Hayati sebagai upaya melestarikan atau bahkan dapat meningkatkan kekayaan alam asli Indonesia tersebut. Tidak kurang dari 25 jenis flora dan fauna menjadi sasaran program ini. Di tahun 2018 saja, terdapat 25 Program Keanekaragaman Hayati yang dilakukan, yang meliputi antara lain Konservasi elang laut di Kepulauan Seribu, konservasi tuntong laut di Aceh Tamiang, konservasi yaki hitam di Bitung.

PERTAMINA BERDIKARI

Pertamina percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis di mana keuntungan yang dihasilkan perusahaan harus turut menciptakan “efek domino” bagi perekonomian masyarakat sekitar. Melalui CSR, Pertamina telah banyak menciptakan program-program yang mendukung terwujudnya ekonomi masyarakat lokal yang mandiri. Pertamina telah membina lebih dari 100 Desa Binaan dan Kawasan Ekonomi Masyarakat di tahun 2018. Program ini merupakan program pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pertamina sebagai BUMN turut mendukung peningkatan kualitas UMKM melalui program Rumah Kreatif BUMN. Hingga 2018, Pertamina telah membina sebanyak 15 Rumah Kreatif BUMN.

Rumah Kreatif BUMN (RKB) merupakan rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UMKM menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas, serta sebagai wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam membentuk Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM itu sendiri.RKB berperan sebagai pusat data dan informasi serta sebagai pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM.

Rumah Kreatif BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam hal:

  • Peningkatan kompetensi
  • Peningkatkan Akses Pemasaran
  • Kemudahkan Akses Permodalan

Dukungan Pertamina terhadap UMKM juga diwujudkan melalui pinjaman lunak sebagai modal usaha bagi UMKM dari dana Program Kemitraan. Program ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN PER-02- MBU/7/2017 tanggal 20 Juli 2017 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Dana untuk pelaksanaan Program Kemitraan ditetapkan berasal dari penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan dalam RUPS pengesahan Laporan Tahunan BUMN Pembina, yaitu maksimum sebesar 4% dari laba setelah pajak tahun buku sebelumnya.

Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi usaha kecil dan pemberdayaan sosial masyarakat agar menjadi tangguh dan mandiri. Dalam penerapan Program Kemitraan Pertamina juga bekerja sama dengan BUMN lain serta lembagalembaga lain yang relevan.

Di sini Pertamina menyediakan pinjaman kemitraan bergulir kepada Mitra Binaan yaitu perorangan, baik dengan sistem kluster atau bentuk kelompok untuk permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Pembinaan Mitra Binaan juga diberikan melalui kegiatan pameran nasional maupun internasional, pelatihan, workshop ekspor impor dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Pertamina telah menerapkan program kemitraan sejak tahun 1993. Hingga saat ini total sudah 60.338 UMKM yang bergabung menjadi mitra binaan Pertamina dengan total penyaluran Program Kemitraan sebesar Rp 3.371.666.349.575 di mana realisasi tahun 2018 sebesar Rp 265.371.258.000,- dan tingkat efektifitas penyaluran dana sebesar 31,46%.

ENERGI DI TENGAH BENCANA

Gempa yang terjadi pada 5 Agustus 2018 di Lombok memberikan, dampak yang besar bagi masyarakat sekitar. Sebagai aksi tanggap darurat, Pertamina membentuk beberapa Posko Tanggap Darurat Gempa Lombok. Posko Utama berada di pusat lokasi gempa, Posko I berada di DPPU Lombok, dan Posko II berada di Ampenan.

DPPU Lombok berperan sebagai lokasi pertama penerimaan dan penjemputan logistik bantuan dari seluruh daerah yang berikutnya disalurkan ke Posko II. Pertamina mendedikasikan satu refueller-nya di Selaparang untuk TNI AU sebagai bentuk bantuan pelayanan dukungan udara dan program rekonstruksi lokasi bencana.

Tanggal 28 September 2018 terjadi bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, dan Sigi). Bencana alam tersebut mengakibatkan dampak kerusakan sarfas di DPPU Mutiara dan TBBM Donggala serta terganggunya kegiatan suplai Avtur dari TBBM Donggala ke DPPU Mutiara. Sebagai aksi tanggap darurat, Pertamina membentuk Posko Pertamina Peduli di TBBM Donggala dan DPPU Mutiara.

Untuk menjamin keandalan suplai Avtur kepada pelanggan, khususnya pesawat dalam rangka bantuan dan evakuasi korban bencana, DPPU Mutiara memberlakukan RAE suplai dari TBBM Makassar, TBBM Gorontalo dan TBBM Luwuk.

Untuk mendukung kegiatan operasional DPPU Mutiara, beberapa pekerja relawan DPPU dari seluruh Indonesia didatangkan untuk membantu kelancaran operasional DPPU Mutiara. Di samping itu, DPPU Hasanuddin berperan sebagai DPPU Penyangga untuk mensuplai kebutuhan logistik (material sarfas dan QC, ATK, makanan dan lainnya) untuk kelancaran operasional DPPU Mutiara.

Selain dalam pemenuhan BBM Avtur dalam tanggap darurat, Pertamina melalui Industrial Fuel Marketing melalukan canvasing melalui mobil tangki eceran untuk pemenuhan kebutuhan BBM khususnya untuk PLN, Basarnas serta Instansi – Instansi Pemerintah sehingga operasional untuk pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan Tanggal 22 Desember 2018 terjadi bencana alam tsunami selat sunda yang melanda daerah pesisir Pantai Cilegon, Banten dan sekitarnya. Pertamina berinisiatif menggalang bantuan dengan mendirikan Posko Pusat Logistik Pertamina Group di Terminal BBM Tanjung Gerem. Seluruh bantuan yang terkumpul di Terminal BBM Tanjung Gerem disalurkan kelima posko yang ada di sekitar lokasi bencana yaitu posko Carita, posko Anyer, posko Labuan yang dikoordinir oleh Kementerian BUMN, posko Lebak, dan posko Pandeglang.

196
PERTAMINA Laporan Tahunan 2018