Sustaining Synergy,
Spreading Energy
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2018

IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN

KINERJA EKONOMI

KINERJA LINGKUNGAN

Pada tataran strategis Pertamina menghadapi tantangan iklim dengan menetapkan target dan rencana menuju operasi bersih beremisi GRK rendah. Selain itu, Pertamina memasukkan perubahan iklim sebagai salah satu risiko penting yang harus dikelola secara cermat. Risiko ini telah dimasukkan ke dalam Risk Intelligence Map (RIM). Di sisi lain, dalam konteks bisnis di industri energi, Pertamina memiliki peluang untuk mengembangan energi panas bumi dan berbagai energi terbarukan lainnya.

Dalam upaya untuk mengurangi emisi, Pertamina telah pula menetapkan Roadmap Pengurangan Gas Rumah Kaca tahun 2020 sebagai respons dari komitmen Indonesia untuk mengurangi GRK sebesar 26%. Target pengurangan emisi GRK dari kegiatan Perusahaan adalah sebesar 6,48 juta ton CO2e dari baseline tahun 2010. Inisiatif pengendalian emisi GRK dilakukan oleh Pertamina dimulai dengan menginventarisasi sumber emisi dengan tahun dasar 2010 serta melakukan perhitungan serta pelaporan beban emisi gas rumah kaca secara berkala.

Selanjutnya setiap Unit Operasi dan Anak Perusahaan yang relevan melakukan upaya-upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Upaya pengurangan emisi GRK dilakukan melalui efisiensi energi, pemanfaatan suar bakar, konversi bahan bakar, penggunaan peralatan hemat energi dan rendah emisi serta optimasi dan modifikasi peralatan.

KINERJA SOSIAL

Dinamika di industri minyak dan gas (migas) dalam beberapa tahun terakhir menuntut stakeholder untuk menyesuaikan diri. Dinamika ini pun dirasakan oleh Pertamina dimana terdapat 3 (tiga) isu yang menjadi tantangan Perusahaan. Pertama, perkembangan teknologi informasi terkini dari teknologi operasional dan model bisnis yang tepat. Kedua, efisiensi saat menghadapi krisis. Ketiga, peta kompetisi investasi industri migas global.

Untuk menghadapi dinamika yang ada, Pertamina menyadari bahwa Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang mendukung bertahannya bisnis dalam era ini. Pengembangan kompetensi SDM menjadi kunci sukses untuk mendorong inovasi teknologi dan menemukan metode baru yang lebih mutakhir dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan usaha yang lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, Direktorat SDM diharapkan semakin optimal menjalankan perannya dalam mengelola SDM yang terintegrasi untuk meningkatkan nilai Perusahaan, melalui peningkatan kapabilitas pekerja, percepatan proses layanan pekerja serta pengembangan budaya inovasi yang lebih baik di masa mendatang. (103-2)

Untuk mendukung Pertamina mencapai visinya, maka disusunlah HC strategy house yang merefleksikan visi dan strategi HC yang selaras dengan kebutuhan bisnis. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan sumber daya manusia berjalan dengan terstruktur dan efektif agar setiap individu mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai kompetensinya.

Dalam prinsip Human Capital dan Talent Management, sukses sebuah aktivitas bisnis sangat bergantung pada ketersediaan pekerja yang berkualitas baik/ professional. Talent yang baik (pekerja yang berkualitas dan berkinerja baik) akan menghasilkan outcomes bisnis yang lebih baik. Hal ini merupakan deliverables yang dihasilkan dari implementasi Talent Management & Succession Planning. Dengan suksesnya implementasi Talent Management dan Succession Planning, diharapkan Fungsi SDM dapat mampu mendukung visi SDM ‘To be strategic business partner and grow talent for Pertamina to become World Class National Energy Company.

LAPORAN DIREKSI

Nicke Widyawati Direktur Utama

Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkah dan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita semua sehingga PT Pertamina (Persero) dapat melalui tahun 2018 yang penuh tantangan dengan pencapaian kinerja yang baik. Selanjutnya, izinkan kami untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban Direksi atas tugas pengelolaan Perseroan untuk tahun buku 2018 yang berakhir pada 31 Desember 2018.