LAPORAN DIREKSI

Pemegang saham dan pemangku kepentingan yang Budiman,

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas perkenan-Nya, PT Pertamina (Persero) dapat melalui tahun 2018 yang penuh dinamika dengan kinerja yang baik. Melalui Laporan Keberlanjutan PT Pertamina (Persero) 2018 inilah, kami mengomunikasikan pencapaian kinerja tersebut beserta dampaknya, baik kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial, selama tahun 2018.

Pertamina dan Keberlanjutan

Sebagai entitas bisnis yang bergerak di bidang energi, Pertamina mendukung penuh pembangunan berkelanjutan, yang didefinisikan dalam Brundtland Report pada Oktober 1987 sebagai, “pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri”. Untuk mewujudkan keberlanjutan, maka dalam menjalankan usaha Perseroan senantiasa berpatokan pada tripple bottom line, yakni Pertamina mencari keuntungan (profit) dalam berbisnis dengan memperhatikan kepedulian sosial (people) dan pelestarian lingkungan(planet). Dengan mengimplementasikan konsep ini maka Pertamina berkomitmen untuk membangun keselarasan dan keseimbangan antar-ketiganya.

Dalam upaya meraih keuntungan, Pertamina akan menganalisis secara cermat berbagai peluang yang ada dan merumuskan strategi terbaik untuk mencapai target-target bisnis yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan kepedulian sosial, melalui proses dan perencanaan yang matang, termasuk melibatkan pemangku kepentingan, Perseroan melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial, antara lain, di bidang sosial kemasyarakatan. Sementara itu, komitmen terhadap pelestarian lingkungan, selain melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan, Pertamina mewujudkannya dengan menerapkan operasional kantor yang ramah lingkungan serta mengembangkan produk-produk energi baru yang lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan.

Peluang dan Strategi

Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas merupakan salah satu kebutuhan penting bagi semua manusia. Bahkan, penggunaannya menunjukkan kecenderungan yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Di tengah permintaan pasar yang begitu besar, maka peluang bisnis Pertamina untuk terus bertumbuh sangat besar. Dalam perkembangannya, tak hanya minyak dan gas, sejalan dengan pengembangan kendaraan listrik di Indonenesia, peluang Perseroan untuk membuat dan menyediakan baterai kendaraan listrik terbuka lebar. Peluang yang juga tak kalah menarik bagi Pertamina adalah terbukanya pasar di sektor pembangkit listrik energi baru terbarukan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel.

Untuk meraih berbagai peluang yang ada sehingga memperkuat kinerja bisnis pada tahun 2018, Perseroan telah merumuskan berbagai kebijakan strategis. Untuk memperluas pangsa pasar, Pertamina melakukan inovasi di sektor hilir dengan memperluas penjualan bahan bakar minyak melalui Pertashop, yaitu fasilitas penjualan BBM, gas elpiji, dan oli skala kecil, yang berkapasitas 5 kiloliter. Langkah ini efektif untuk memenuhi permintaan BBM di desa-desa.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi, Pertamina mempertahankan produksi migas Blok Mahakam dengan mengembangkan Lapangan Tunu Shallow Phase 4, Handil Phase 5, dan Tambora Phase 5. Selain itu, Perseroan juga berupaya menaikkan produksi Lapangan Banyu Urip, menurunkan decline rate dengan mengebor 108 sumur, well service, dan program reaktivasi lapangan, dan lain-lain. Selain itu, Perseroan juga terus melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan dan produksi migas. Adapun langkah strategis Pertamina untuk menyambut era kendaraan listrik, antara lain, melakukan kerja sama dengan WIMA, Pindad, LEN dan Garansindo dalam upaya menyiapkan baterai untuk motor listrik. Kebijakan strategis yang lain ditempuh melalui Green Energy Station yang di dalamnya terdapat fasilitas EV Charging Station untuk kendaraan listrik dan fasilitas PLTS untuk mengefisiensikan penggunaan energi listrik di dalam SPBU.

Target dan Pencapaian

Selama tahun 2018, Pertamina telah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk mewujudkan target-target yang telah ditetapkan. Target dan pencapaian Perseroan selama tahun 2018 adalah sebagai berikut: Sektor Hulu:

1. Pertamina memproduksi minyak dan gas secara total sebesar 921 MBOEPD, lebih tinggi 33% dibandingkan pencapaian produksi tahun 2017. Produksi minyak tahun 2018 yakni sebesar 393 MBOPD, meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan produksi gas sebesar 3.059 MMSCFD, meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontributor produksi migas diurutkan dari yang terbesar yakni PEP, PHI, PHE, PIEP, dan PEPC. Produksi M&A hasil wilayah kerja terminasi sebesar 58 MBOEPD atau 6,3% dari produksi Pertamina, dicatatkan di PHE dan PHI. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, secara umum angka produksi migas meningkat. WK luar negeri mengkontribusikan produksi 16,6% dari keseluruhan produksi Pertamina, yang berasal dari WK di Algeria, Irak, dan Malaysia.

2. Sektor Pengolahan dan Pengembangan Kilang Tahun 2018, realisasi pengolahan (total intake) konsolidasi lebih tinggi 3,8%.dibandingkan realisasi tahun 2017 pada periode yang sama. Yield total output kilang (perbandingan total output terhadap total intake) tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 94,69% tahun 2017 menjadi 94,44% pada tahun 2018. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penyesuaian optimasi hilir dan beberapa kendala unit operasi.

3. Sektor Pemasaran Pemasaran produk Pertamina dilakukan melalui dua fungsi utama yaitu Pemasaran Ritel dan Pemasaran Korporat. Kegiatan pemasaran ritel dilakukan baik secara langsung maupun melalui lembaga penyalur (sistem dealership). Pertamina memasarkan BBM ritel untuk sektor transportasi, rumah tangga dan nelayan melalui SPBU (Statiun Pengisian BBM Untuk Umum) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2018, jumlah lembaga penyalur Pertamina adalah 7.146 yang tersebar di seluruh Indonesia, baik SPBU Reguler, Mini, Modular, dan SPBU Nelayan.

Sedangkan pemasaran korporat, yaitu penjualan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor industri, penerbangan, perkapalan, dan produk non-BBM lainnya seperti aspal dan produk petrokimia untuk sektor industri, pencapaian selama tahun 2018 antara lain:

a. Avtur: hingga akhir tahun 2018, jaringan pengisian bahan bakar pesawat udara Pertamina telah merambah wilayah Eropa, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

b. Petrokimia: tahun 2018, Pertamina melakukan pengembangan pasar dengan merambah pasar ekspor, antara lain ke Malaysia, China, India sampai Eropa. Produk utama yang dijual ke pasar ekspor adalah Green Coke Slack Wax, EXDO-4 dengan volume mencapai 275 ribu MT.

c. BBM Industri dan Marine: dalam memasarkan BBM ke sektor industri dan marine, Pertamina memiliki berbagai keunggulan. Pertamina menjamin ketersediaan pasokan BBM yang ditunjang dengan tujuh kilang domestik, lebih dari 115 Terminal BBM, sarana dan fasilitas angkut darat dan laut yang lengkap tersebar di seluruh Indonesia.

d. Gas: di bisnis hilir gas, volume penjualan gas di tahun 2018 naik 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan volume transportasi naik 55% dibandingkan tahun sebelumnya.

Keberlanjutan Ekonomi, Lingkungan dan Sosial

Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Pertamina. Perekonomian global masih ditandai dengan ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi global stagnan pada angka 3,7% menurut Dana Moneter Internasional, harga minyak sulit diprediksi yakni berada dalam tren meningkat hingga bulan Oktober 2018 untuk kemudian terkoreksi tajam sejak November 2018, dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Kondisi tersebut turut mempengaruhi pencapain kinerja ekonomi Pertamina.

Selama tahun 2018, penjualan dan pendapatan usaha lainnya Pertamina mencapai USD 57.934 juta atau lebih tinggi 25,94% dibanding pencapaian tahun 2017 sebesar USD 46.001 juta. Adapun beban pokok penjualan dan beban langsung lainnya mencapai USD 48.714 juta atau naik 29,47% dari realisasi di tahun 2017 sebesar USD 37.625 juta. Laba usaha tahun 2018 naik 20,42% di mana laba usaha tahun 2018 sebesar USD 6.247 juta dan laba usaha tahun 2017 sebesar USD 5.187 juta.

Dalam pengelolaan lingkungan, Pertamina mempertahankan tradisi emas dalam keikutsertaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada tahun 2018 PT Pertamina (Persero) berhasil meraih 82 PROPER Emas dan Hijau dengan rincian 13 Unit Operasi/Field berhasil meraih PROPER Emas dan 69 Unit Operasi/Field berhasil meraih PROPER Hijau.

Sesuai dengan semangat perlindungan lingkungan, Pertamina telah menetapkan kebijakan untuk mereduksi GRK dan menjalankannya secara konsisten di tiga Direktorat, yaitu Direktorat Hulu, Pengolahan dan Pemasaran. Secara umum, Pertamina berhasil meningkatkan angka penurunan emisi GRK, seperti emisi CO2, SOx dan NOx.

Untuk kinerja sosial, segenap insan Perseroan telah berupaya untuk mewujudkan zero accident dan zero fatality. Namun demikian, upaya tersebut masih belum tercapai optimal karena selama tahun pelaporan masih terjadi 7 (tujuh) fatality. Terhadap kejadian ini, Perseroan telah melakukan langkah-langkah perbaikan agar kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki sistem manajemen HSSE;
  2. Melakukan sosialisasi, implementasi dan monitoring berkelanjutan Corporate Life Saving Rules (CLSR). CLSR adalah adalah area/jenis pekerjaan yang secara statistik berpotensi (contributory factor) terjadinya fatality incident dan harus dilakukan upaya pengendalian risiko untuk mengurangi potensi terjadinya fatality incident. Dengan adanya pengendalian risiko, maka pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara aman dan di lingkungan kerja yang aman.
  3. Membudayakan Learning From Event, yaitu sharing session leasson learn incident sehingga dapat melakukan mitigasi risiko yang sejenis di tempat kerja.
  4. Meningkatkan kompetensi aspek HSSE melalui induction HSSE bagi mitra kerja dan pekerja baru, pelatihan dan sertifikasi Gas Safety Inspector/ Safety Inspector /Ahli Teknik, dan pelatihan Contractor Safety Management System (CSMS).
  5. Menguatkan implementasi dan monitoring CSMS
  6. Memberlakukan reward & consequences aspek HSSE

Komitmen Pertamina untuk menghadirkan sumber daya manusia unggul diwujudkan dengan melakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan. Selama tahun 2018, learning hours rata-rata pekerja per tahun telah mencapai 78,3 Jam. Pencapaian tersebut tidak hanya melalui training classroom melainkan juga melalui e-learning, baik yang disediakan dalam web based intra Pertamina maupun melalui aplikasi Ruang Kerja bekerja sama dengan Ruang Guru.

Adapun kepedulian sosial melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta CSR, Perusahaan telah menyalurkan dana sebesar Rp 745 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 265 miliar merupakan bantuan Program Kemitraan. Program Kemitraan telah berlangsung sejak tahun 1993. Hingga saat ini sebanyak 60.338 UMKM telah bergabung menjadi mitra binaan Pertamina dengan total penyaluran Program Kemitraan sebesar Rp 3,37 triliun.

Apresiasi Kami

Keberhasilan Pertamina melalui tahun 2018 dengan kinerja positif tak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Untuk itu, kepada segenap jajaran Dewan Komisaris yang senantiasa memberikan arahan, melakukan pengawasan, dan memberikan kepercayaan penuh kepada Direksi untuk melaksanakan tugas, kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih. Ungkapan yang sama kami haturkan kepada Pemegang Saham yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk melanjutkan pengelolaan Pertamina.

Kepada seluruh karyawan, kami berterima kasih atas kerja keras, dedikasi dan loyalitas yang diberikan dalam mewujudkan target yang telah dicanangkan Perseroan. Pencapaian pada tahun 2018 tak boleh membuat semua berpuas diri. Perbaikan dan pembenahan untuk keberlanjutan usaha tetap harus terus dilakukan, tanpa melupakan sedikitpun tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Kami berharap, dukungan dan kerja sama ini tetap berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena hal itu merupakan modal penting bagi Perseroan agar terus maju dan berkembang.

Lebih dari itu semua, keberhasilan Pertamina tak lepas dari pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Sebab itu, sudah semestinya kita mengungkapkan puji syukur kepada-Nya, seraya berharap agar kinerja Perseroan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

 

 

7
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018