PROFIL PERUSAHAAN

Pasar yang Dilayani

Pertamina menjalankan bisnis pada dua segmen pasar yang sangat berbeda karakteristiknya, yaitu segmen ritel dan segmen korporat. Karena itu, pemasaran produk Pertamina dilakukan melalui dua fungsi utama yaitu Pemasaran Ritel dan Pemasaran Korporat. Pemasaran Ritel menjual produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor transportasi, pelumas dan LPG untuk rumah tangga dan non rumah tangga baik produk bersubsidi maupun produk non subsidi. Sementara itu, Pemasaran Korporat menjual produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor industri, penerbangan, perkapalan, dan produk Non BBM lainnya seperti aspal dan produk petrokimia untuk sektor industri. Kedua Fungsi utama tersebut didukung oleh Infrastruktur yang andal mulai dari truk tangki BBM, skid tank, depot, pelabuhan hingga kapal sehingga energi terdistribusi ke seluruh Indonesia dengan lancar.

Kegiatan pemasaran ritel dilakukan baik secara langsung maupun melalui lembaga penyalur (sistem dealership). Pertamina memasarkan BBM ritel untuk sektor transportasi, rumah tangga dan nelayan melalui SPBU (Stasiun Pengisian BBM Untuk Umum) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga 2018, Jumlah lembaga penyalur Pertamina ialah 7.146 yang tersebar di seluruh Indonesia baik SPBU Reguler, Mini, Modular, dan SPBU Nelayan.

Selain segmen ritel dan korporat, Pertamina mendapatkan penugasan khusus dari Pemerintah untuk mewujudkan BBM Satu Harga di Indonesia dengan pangsa pasar masyarakat di daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T). Sampai dengan Akhir tahun 2018, secara nasional Pertamina telah merealisasikan pengoperasian dan uji operasi atas lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 125 (55 titik di tahun 2017 dan 70 titik di tahun 2018) titik di daerah-daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil atau 3T. Dengan adanya SPBU ini, sekarang masyarakat dapat membeli BBM Premium dan Solar dengan harga yang sama dengan masyarakat di daerah lain yang sudah menikmati harga sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yaitu Premium Rp 6.450/ liter, dan produk Solar seharga Rp5.150/liter.

Selain melayani pangsa pasar Indonesia, Pertamina juga memasarkan produknya ke luar negeri (ekspor). Salah satu produk non BBM yang dipasarkan oleh Pertamina adalah Petrokimia. Produk yang dipasarkan meliputi produk Bitumen (Aspal), Paraxylene, Benzene, Propylene & Polypropylene, dan non BBM lainnya seperti Sulfur, Solvent, Rubber Processing Oil, Smooth Fluid, Petroleum Coke, dan Kimia Pertanian.

Tahun 2018, Pertamina melakukan pengembangan pasar dengan merambah pasar ekspor, antara lain ke Malaysia, China, India sampai Eropa. Produk utama yang dijual ke pasar ekspor adalah Green Coke Slack Wax, EXDO- 4 dengan volume mencapai 275 ribu MT. Selain hal tersebut Petrochemical Trading juga fokus merancang pengembangan infastruktur supply point produk Bitumen, dan penetrasi pasar produk Smooth Fluid, dan non Karsinogenik EXDO-4 yang lebih ramah lingkungan ke pasar domestik.

 

37
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018