TATA KELOLA PERUSAHAAN

Komitmen Penerapan Tata Kelola

Tata Kelola Peusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan mekanisme atau system yang mengarahkan dan mengendalikan Perusahaan agar sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan (stakeholders) dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip GCG (Transparency Accountability, Responsibility, Independence, Fairness). Prinsip-prinsip GCG tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja Perusahaan. Penerapan GCG secara konsisten dan berkesinambungan memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan Perusahaan, pemantauan dan penilaian risiko usaha, memaksimalkan kinerja serta pengembangan budaya kerja di lingkungan Perusahaan.

Bagi Pertamina, penerapan GCG tidak hanya sekedar melaksanakan kewajiban, namun merupakan suatu kebutuhan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan. Pertamina terus mengembangka GCG selaras dengan best practice untuk memaksimalkan nilai Perusahaan; melaksanakan kegiatan usaha yang efektif dan efisien; pengelolaan Perusahaan yang professional dan mandiri; menciptakan pengambilan keputusan oleh seluruh organ perusahaan berdasarkan pada nilai moral dan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku; memberikan perlindungan dan perlakukan adil bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya secara maksimal; serta memberdayakan energi untuk inovasi yang berkelanjutan.

Pertamina optimis dengan komitmen dan kepatuhan terhadap penerapan seluruh prinsip GCG, dapat menjamin pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya terhadap Perusahaan. Sepanjang tahun 2018, implementasi GCG Pertamina yang telah dilakukan antara lain:

1. Menerapkan GCG Soft Structure yang terdiri dari:

a. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance)

b. Board Manual (komitmen antara Direksi dan Dewan Komisaris)

c. Pedoman Perilaku dan Etika Bisnis (Code of Conduct)

d. Pedoman Konflik Kepentingan (Conflict of Interest)

e. Tata Kerja Organisasi (TKO) Whistleblowing System

f. Pedoman Gratifikasi

2. Melakukan evaluasi dan menyampaikan rekomendasi atas hasil assessment GCG Pertamina Tahun 2017 kepada fungsi terkait dan Organ Perseroan terkait.

3. Melakukan assessment terhadap penerapan GCG di Pertamina

4. Mengelola Whistle Blowing System yang optimal disertai dengan melakukan tindak lanjut melalui penelaahan awal atas laporan yang diterima

5. Mengelola Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara untuk para pejabat yang merupakan wajib lapor di Pertamina

6. Menyampaikan broadcast dan campaign terkait GCG di lingkungan Pertamina secara internal dan eksternal

7. Melakukan sosialiasi dan internalisasi mengenai perangkat GCG dan program-program kerja terkait GCG dan Compliance

8. Mengimplementasikan sistem manajemen risiko dan pengendalian internal

Melaksanakan kegiatan usaha dan kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan Standard Operating Procedure yang jelas dan transparan.

Dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Dalam pelaksanaannya, Pertamina mengacu pada kebijakan, peraturan-peraturan BUMN di antaranya Peraturan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2011 jo. No. PER-09/MBU/2012 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN, serta Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/ Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN, sebagai langkah Pertamina untuk mengimplementasikan Pasal 44 Peraturan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2011 dalam melakukan pengukuran (penilaian dan evaluasi) terhadap penerapan GCG di Pertamina.

Prinsip Tata Kelola Perusahaan

Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen untuk menguatkan kerangka tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Prinsip-prinsip GCG diterapkan ke dalam seluruh sistem tata kerja perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh Insan Pertamina. Penerapan GCG di Pertamina tidak lagi sebagai sesuatu yang bersifat mandatory melainkan sudah menjadi budaya dan kebutuhan dalam menjalankan aktivitas bisnis seharihari mulai dari manajemen puncak hingga pekerja di lapangan.

Komitmen Pertamina untuk menjadi perusahaan yang bersih dan bebas korupsi sebagai suatu rangkaian Road Map BUMN Bersih terangkum dalam rangkaian program-program kerja Compliance seperti: (i) implementasi Whistle Blowing System (WBS) berikut tindak lanjut dan evaluasinya, (ii) Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), (iii) Unit Pengendali Gratifikasi dan program-program edukasi lainnya seperti (i) pelaksanaan sosialisasi/internalisasi GCG bagi calon pekerja baru, manajemen baru termasuk anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi Pertamina yang baru didirikan/bergabung dengan Pertamina Group, pembuatan broadcast dan campaign GCG sebagai reminder atas pentingnya perilaku berintegritas dalam bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.

Pertamina juga menjadi pilot project dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti pembangun budaya Profesional Berintegritas (PROFIT) dan Koordinasi Supervisi Pengelolaan Sektor Energi.

54
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018