TATA KELOLA PERUSAHAAN

Struktur Tata Kelola

Struktur tata kelola perusahaan di Pertamina terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi sesuai ketentuan Undangundang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Selain itu, Pertamina membentuk organ pendukung yang terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite Pemantau Manajemen Risiko, Sekretaris Perseroan, Fungsi Compliance, serta Satuan Pengawasan Intern. Seluruh organ tata kelola perusahaan menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan ketentuan lainnya dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawab untuk kepentingan Perusahaan. Hingga akhir tahun 2018, Perseroan belum memiliki komite khusus yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan mengenai topik-topik ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pengambilan keputusan mengenai topik-topik tersebut dilakukan oleh Fungsi-fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Perseroan sesuai dengan topik yang relevan.

Informasi selengkapnya mengenai Struktur Tata Kelola disampaikan di Laporan Tahunan Pertamina 2018 pada Bab Tata Kelola Perusahaan halaman 142-186

Evaluasi GCG

Sebagai bagian dari proses penerapan GCG yang berkelanjutan, Pertamina melaksanakan penilaian atas penerapan Tata Kelola Perusahaan dari tahun ke tahun guna memperoleh gambaran mengenai kondisi penerapan GCG terhadap praktik kerja terbaik di lingkungan Pertamina. Adapun salah satu tujuan dari penilaian atas penerapan GCG adalah untuk mendorong pengelolaan BUMN secara profesional, efisien, dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Pertamina.

Penilaian penerapan GCG di Pertamina mengacu pada parameter yang diatur dalam Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No. SK-16/S. MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN. Adapun kriteria yang digunakan sebagai indikator/ parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan GCG meliputi (i) komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan; (ii) Pemegang Saham dan RUPS; (iii) Dewan Komisaris; (iv) Direksi; (v) Pengungkapan Informasi dan Transparansi; (vi) serta Aspek Lainnya.

Penilaian atas kinerja Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) setiap tahunnya dilakukan oleh assessor/ penilai independen. Untuk tahun 2018, penilaian tersebut dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan.

 

 

56
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018