KINERJA EKONOMI

Antikorupsi

 

Pertamina mendukung penuh sikap pemerintah untuk memberantas korupsi di segala lini. Dukungan tersebut diberikan karena Pertamina berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang bersih dan bebas dari korupsi sebagai rangkaian Roadmap BUMN Bersih. Kebijakan antikorupsi merujuk pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di Pertamina, peraturan dan kebijakan tentang antikorupsi dimuat dalam Pedoman Unit Pengendalian Korupsi. (103-2)

Selain itu, untuk mencegah terjadinya korupsi, Pertamina telah melakukan pengkajian risiko di seluruh perusahaan. Khususnya terkait risiko fraud, Pertamina telah melakukan fraud risk assessment pada proses bisnis pengadaan barang dan jasa (investasi) di Direktorat Megaproyek Pengolahan & Petrokimia (MP2) dan Direktorat Logistic, Supply Chain & Infrastructure (LSCI). Hal ini sejalan dengan hasil survey fraud awareness Pertamina tahun 2017 yang menyatakan proses pengadaan barang dan jasa memiliki risiko fraud tinggi.

Berdasarkan hasil fraud risk assessment, telah ditetapkan mitigation plan berupa komitmen reward & punishment untuk pekerja terkait dan peningkatan internal control melalui revisi Sistem Tata Kelola (STK). (205-1)

Dalam upaya untuk memantapkan komitmen antikorupsi, Pertamina secara rutin aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Selain itu, Pertamina juga menjadi pilot project dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti pembentukan budaya Profesional Berintegritas (PROFIT) dan Koordinasi Supervisi Pengelolaan Sektor Energi. Pada tahun pelaporan, insan Perseroan juga mengikuti pelatihan antikorupsi, antara lain, National Anti Fraud Conference (NAFC), Upskilling Champion GCG dan Sosialisasi GCG. (205-2)

Selain mengikuti pelatihan antikorupsi, setiap pekerja Pertamina mengikuti Pelatihan Value Based Development Program. Pelatihan ini sifatnya mandatory bagi setiap pekerja Pertamina dan menjadi bagian dari penilaian KPI organisasi. Tujuan pelatihan ini adalah internalisasi Tata Nilai Perusahaan, yaitu 6C (Clean, Competitive, Confeident, Customer Focus, Commercial, Capable). Dalam tata nilai yang pertama yaitu "Clean" disosialisasikan mengenai perilaku yang harus dimiliki insan Pertamina, yaitu menjalankan pekerjaan secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas berpedoman pada asas-asas GCG.

Pelatihan ini diselenggarakan Pertamina dengan cara e-learning melalui aplikasi "ruangkerja" yang dimiliki oleh Perusahaan. Dalam pelatihan ini tahapan yang harus dilalui peserta adalah pre-test, menyaksikan video sosialisasi, membaca rangkuman materi, dan post-test, serta terdapat passing-grade yang harus dipenuhi peserta untuk bisa lulus dan mendapatkan sertifikat e-learning ini.

Dengan adanya pelatihan tersebut, maka seluruh pekerja Pertamina (100%) telah mengikuti program yang sejalan dengan kebijakan antikorupsi dengan berbagai aspeknya. [103-3, 205-2]

Seperti disampaikan dalam pembahasan Whistleblowing System pada Bab Tata Kelola Perusahaan Laporan ini, selama tahun 2018, terdapat 11 laporan dugaan korupsi. Terhadap pelaporan tersebut, Pertamina telah melakukan tindak lanjut dan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

84
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018