KINERJA EKONOMI

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

 

MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT

 

Sudah lebih dari 60 tahun Pertamina berdiri. Dari tahun ke tahun Pertamina tumbuh, berkembang, dan mencapai kemajuan-kemajuan luar biasa sebagai perusahaan energi nasional. Pertamina menyadari bahwa kemajuan-kemajuan tersebut tidaklah terwujud dengan upaya sendiri, melainkan melalui sinergi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui bisnisnya, Pertamina tidak hanya berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan tapi juga bagi masyarakat luas. Nilai tambah ini tidak hanya berupa energi sumber daya alam yang dirasakan oleh orang banyak melainkan juga “energi” positif lainnya, seperti akses terhadap pendidikan yang lebih baik, kemandirian ekonomi, serta pelestarian lingkungan, yang pada akhirnya untuk menuju kehidupan yang lebih baik, sesuai visi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. (103-2)

Pelaksanaan CSR di Pertamina merupakan implementasi Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang salah satunya mengatur tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Menurut undang-undang ini, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Selain Undang-undang Perseroan Terbatas, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, pelaksanaan CSR di Pertamina juga merupakan manifestasi atas Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 jo PER-03/ MBU/12/2016 jo PER-02/MBU/7/2017 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. (103-2)

Secara konkrit, misi CSR Pertamina mencakup sebagai berikut :

1. Melaksanakan komitmen korporat atas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang akan memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan

2. Melaksanakan tanggung jawab korporat dan kepedulian sosial untuk sebuah pembangunan masyarakat yang berkelanjutan Prinsip CSR Pertamina mengacu pada ISO 26000, yaitu:

  1. Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat
  2. Mempertimbangkan ekspektasi semua stakeholder
  3. Taat hukum dan konsisten dengan norma internasional
  4. Terintegrasi ke dalam bisnis Dalam hal mengintegrasikan program CSR ke dalam kegiatan bisnis korporasi, Pertamina berkomitmen untuk:
  1. Mengatasi dampak negatif operasi perusahaan melalui kepatuhan terhadap regulasi serta menciptakan nilai baru yang lebih baik kepada masyarakat dan lingkungan.
  2. Memberikan manfaat social, ekonomi, dan lingkungan kepada masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan.
  3. Meningkatkan regulasi perusahaan, efisiensi, pertumbuhan usaha, dan menerapkan mitigasi risiko bisnis. Dalam melaksanakan CSR, Pertamina berlandaskan pada strategi-strategi besar sebagai berikut :
  1. Saling memberi manfaat
  2. Berkelanjutan
  3. Prioritas masyarakat wilayah operasi dan terkena dampak
  4. Pengembangan energi hijau dan selaras dengan PROPER-LH
  5. Sosialisasi dan publikasi yang efektif

Dengan wilayah operasi dan spektrum bisnis yang sangat luas dengan pemangku kepentingan yang beragam karakteristik serta kondisinya, Pertamina mengacu pada 3 konsep CSR dalam pelaksanaannya, yaitu CSR sebagai filantropi perusahaan, CSR sebagai manajemen risiko, dan CSR sebagai value creation. Pertamina mengelompokkan program CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ke dalam 4 pilar, yaitu Pertamina Cerdas yang memayungi program-program di bidang pendidikan; Pertamina Berdikari yang memayungi program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal; Pertamina Hijau yang memayungi program-program pelestarian lingkungan hidup; dan Pertamina Sehat yang memayungi program-program di bidang kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.

 

86
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018