KINERJA EKONOMI

Satu Harga BBM untuk Semua

SATU HARGA BBM UNTUK SEMUA

Demi mewujudkan keadilan energi di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah Indonesia mencanangkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga melalui Kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh mahalnya harga BBM di beberapa daerah terutama di Indonesia Bagian Timur. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi fokus Pemerintah dalam mengimplementasikan program BBM Satu Harga.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menetapkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional. Permen ini mengamanatkan agar Badan Usaha penyalur BBM mendirikan penyalur di Lokasi Tertentu yaitu lokasi-lokasi yang belum terdapat Penyalur Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan, sehingga masyarakat dapat membeli BBM dengan harga jual eceran yang ditetapkan Pemerintah. Target Kebijakan BBM satu harga yaitu pembangunan sekitar 150 lembaga penyalur hingga tahun 2019.

Pemerintah meyakini bahwa kebijakan BBM Satu Harga bisa membantu menumbuhkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan. Sebab, biaya transportasi dan logistiak akan lebih murah sehingga harga juga akan bisa diturunkan. Bercermin pada besarnya manfaat yang dipetik, kebijakan BBM satu harga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Untuk mewujudkan BBM Satu Harga itulah, Pertamina mendapatkan penugasan dari Pemerintah. Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tractor khusus pengangkut BBM. Perseroan berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu sebagai perwujudan komitmen BUMN hadir untuk negeri sehingga seluruh pelosok Tanah Air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain. (103-2)

BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi berkisar Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liter, kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar). Harga BBM di Pulau Sumatra dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 40.000 per liter, di Maluku antara Rp 8.000 hingga Rp 17.000, Sulawesi antara Rp 8.000 hingga Rp 25.000, Nusa Tenggara antara Rp 8.000 hingga 9.500 serta tertinggi Papua antara Rp 15 ribu Rp 100.000.

Per 31 Desember 2018, secara nasional, Pertamina telah merealisasikan pengoperasian dan uji operasi atas lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 125 (55 titik di tahun 2017 dan 70 titik di tahun 2018) titik di daerah-daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil atau 3T. Dengan adanya SPBU ini, sekarang masyarakat dapat membeli BBM Premium dan Solar dengan harga yang sama dengan masyarakat di daerah lain yang sudah menikmati harga sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yaitu Premium Rp 6.450/liter, dan produk Solar seharga Rp5.150/liter. (203-2)

 

Klik di Sini untuk Lihat Detil Gambar

97
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018