KINERJA SOSIAL

Mewujudkan Kecelakaan Kerja Nihil

Aspek Health Safety Security Environment (HSSE) merupakan salah satu fokus Pertamina. Aspek ini merupakan salah satu aspek utama dari proses bisnis Pertamina. Manajemen menetapkan bahwa HSSE & Sustainabilty menjadi pondasi dalam strategi korporat 2019 – 2026 dengan mandat utama implementasi budaya HSSE Excellence dengan baik di semua aspek operasional. [103-2]

Di Pertamina, pekerja, pemegang saham, dan seluruh stakeholder harus berkomitmen menjadikan aspek HSEE sebagai bagian integral untuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia. Dengan komitmen tersebut, Perseroan optimistis akan lebih banyak perubahan dalam praktik HSSE. Dalam hal ini, Pertamina tidak memberikan lagi toleransi terhadap tindakan yang akan mengancam keamanan dan keselamatan perusahaan maupun pekerjanya.

Kebijakan HSSE Perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama memuat komitmen sebagai berikut: [103-2]

1. Mengutamakan aspek HSSE Perusahaan dalam pengelolaan bisnis perusahaan;

2. Mematuhi peraturan perundangan HSSE serta menggunakan teknologi tepat guna sesuai standar nasional dan internasional;

3. Mengurangi risiko serendah mungkin untuk mencegah terjadinya insiden pada personil, aset,informasi dan lingkungan;

4. Melakukan intervensi terhadap kondisi maupun tindakan yang dinilai tidak aman;

5. Memastikan pemahaman dan implementasi Corporate Life Saving Rules (CLSR) pada pekerjadan mitra kerja;

6. Meningkatkan kesadaran dan kompetensi pekerja serta mitra kerja agar dapat melaksanakan pekerjaan secara benar, aman dan berwawasan lingkungan;

7. Melaporkan seluruh insiden secara transparan dan melakukan investigasi untuk mencegah terjadinya insiden serupa;

8. Menjadikan kinerja HSSE personil, aset, data dan informasi Perusahaan dalam penilaian dan penghargaan terhadap seluruh pekerja.

Aspek HSSE merupakan salah satu aspek utama dari proses bisnis Pertamina. Manajemen menetapkan bahwa HSSE & Sustainabilty menjadi pondasi dalam strategi korporat 2019 – 2026, dengan mandat utama implementasi budaya HSSE Excellence dengan baik di semua aspek operasional.

Selama tahun 2018, Pertamina telah melakukan berbagai program terkait dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja diantaranya sebagai berikut: [103-3]

1. Penyusunan SUPREME (Sustainability Pertamina Expectations for HSSE Management Excellence), menujuone Pertamina HSSE Management System dengan pendekatan berbasis risiko, menganut prinsip perbaikan berkelanjutan dan PDCA serta bertahap akan menggantikan protocol ISRS, SMP, Fit to Work.

• SUPREME Merupakan Sistem Manajemen untuk mengintegrasikan praktik-praktik HSSE terbaik/ kelas dunia secara terstruktur dan sistematis pada tingkat Korporat, Direktorat, Unit Operasi, dan AnakPerusahaan Pertamina, serta memastikan bahwa praktik-praktik HSSE tersebut memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan bisnis secara keseluruhan.

• SUPREME adalah PERTAMINA HSSE MS yang berbasis manajemen resiko HSSE yang menjadi titikberangkat standarisasi pendekatan-pendekatan HSSE Management System, Proses Bisnis, Program dan sistem administrasi HSSE di seluruh PERTAMINA sejak di KORPORAT, Direktorat, Unit Operasi, dan Anak Perusahaan. Sehingga SUPREME mendukung harapan PERTAMINA akan efektifitas dan efisiensi pengelolaan bahaya dan resiko kecelakaan HSSE secara tersistematika dan terukur kinerjanya karena Operasi PERTAMINA sangat beresiko tinggi, padat modal dan paparan terhadap aspek teknologi yang tinggi.

2. Kampanye Corporate Life Saving Rules. Merupakan evaluasi secara statistik di PERTAMINA dan bench-marking
dari bahaya-bahaya utama dalam pengelolaan dan pengoperasian bisnis minyak dan gas (IOGP) juga sumbersumber
energi yang terbarukan yang potensi menyebabkan kecelakaan berakibat meninggal dunia (FATALITY).
Terdapat 12 elemen Corporate Life Saving Rules.

3. Implementasi Reward & Consequences atas kinerja HSSE serta memasukkan bobot HSSE dalam fit proper test, fit interview pejabat dan blast learning from event (LFE)

4. Melaksanakan crisis management exercise dan emergency drill secara rutin untuk melatih kesiapan saat menghadapi kondisi krisis/ sebenarnya

5. Penerbitan Corporate Life Saving Rules yang dikombinasikan dengan Demo Room untuk peningkatan kompetensi pekerja, khususnya outsourcing.

6. Pelaksanaan PROPER dan audit Protocol Pertamina Environment Regulation Compliance Assurance (PERCA) sebagai baseline pengelolaan lingkungan UO/ Lokasi/ AP yang tidak masuk penilaian PROPER.

a. PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setiap tahun kepada perusahaan-perusahaan yang terdiri dari peringkat Emas, Hijau, Biru,Merah dan Hitam.

b. PROPER EMAS diberikan kepada perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan (environmental excellency) dalam proses produksi dan/atau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

c. Unit Operasi/Anak Perusahaan yang berhasilmendapatkan peringkat PROPER Emassebanyak 13 lokasi atau 65% dari jumlahpenerima PROPER Emas Nasional, yaitu :

• PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field

• PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field

• PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field

• PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field

• PT Pertamina Hulu Energi Offshore NorthWest Java

• JOB Pertamina Talisman Jambi Merang

• PT PGE Area Kamojang

Refinery Unit II - Sei Pakning

Refinery Unit VI - Balongan

Marketing Operation Region III – TBBM Bandung Group

Marketing Operation Region IV - TBBM Rewulu

Marketing Operation Region IV - TBBM Boyolali

Marketing Operation Region V - TBBM Surabaya Group

• Unit Operasi/ Anak Perusahaan yang berhasil mendapatkan peringkat PROPER Hijau sebanyak 69 lokasi atau 45% daritotal penerima PROPER Hijau Nasional.

7. Pelaksanaan cross & internal directorate management walkthrough (MWT) sebagai wadah pembelajaran leader serta wadah komunikasi langsung leader ke frontliner

8. Pelaksanan audit HSSE terintegrasi di 74 lokasiunit operasi/field, yang terdiri dari audit HSSEManajemen sistem berbasis protokol ISRS,audit fit to work (FtW), audit Sistem ManajemenPengamanan dan Survey Budaya

9. Pelaksanaan survei budaya dengan rata-rata skor 3,72 (level budaya proaktif)

10. Penilaian rapor kinerja dan Penilaian penghargaan HSSE Pertamina Patra Adikriya Bhumi yang dilaksanakan untuk unit operasi/anak perusahaan yang dikepalai oleh General Manager atau selevel. Dilakukan untuk 66 unit operasi/anak perusahaan.

11. Berdasarkan hasil penilaian tim penilai Patra Adikriya Bhumi, terpilih 11 (sebelas) unit operasi/anak perusahaan yang berhak mendapatkan penghargaan dengan peringkat sebagai berikut:

12. Asesmen HSSE Management System berbasis Protokol ISRS Dalam rangka mencapai HSSE Excellent,PERTAMINA telah menjalankan secara korporat asesmen implementasi HSSE MS dengan ISRS sejak tahun 2015 berdasarkan pada Memorandum Direktur Utama Pertamina No.008/C00000/2014-S0 tanggal 18 Maret 2014,tentang Road Map Pertamina Menuju HSSE Excellent menetapkan bahwa untuk mencapai kinerja HSSE yang excellent harus disusun program kerja atau road map dengan kriteria HSSE Excellent yaitu melalui Asesmen HSSE Management System berbasis Protokol ISRS atau International Sustainability Rating System (ISRS) yang mencapai tingkat excellent.

Pada tahun 2018, 76 Unit Operasi/Anak Prerusahaan telah dilakukan asesmen baik eksternal maupun internal. Unit Operasi/Anak Perusahaan yang berhasil mencapai level excellent berdasarkan hasil Asesmen HSSE ManagementSystem berbasis Protokol ISRS Tahun 2018sebanyak 37 lokasi.

13. Program Audit Sistem Manajemen Pengamanan(SMP) Tahun 2018Sistem manajemen pengamanan dalam penerapannya melibatkan unsur manajemen,tenaga kerja, kondisi, dan lingkungan kerja yangsecara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan,dan bencana serta mewujudkan tempat kerja yangaman, efisien, dan produktif.

Hasil audit SMP pada tahun 2018 terdapat 42 Unit Operasi/Anak Perusahaan yang mendapatkan peringkat gold.

14. Asesmen Fit To Work Level Bertujuan untuk meningkatkan implementasi Fit to Work di lokasi kerja Pertamina. Tahun 2018 mulai dilakukan audit Fit to Work, sebagai baseline data untuk mewujudkan OH-IH excellent. Unit operasi/Anak Perusahaan yang mendapatkan hasil asesmen Fit To Work Level ≥ 3,0 sebanyak 18 lokasi.

135
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018