KINERJA SOSIAL

Mengutamakan Keselamatan Pelanggan

Bidang usaha yang dijalankan Pertamina di bidang migas memiliki risiko tinggi. Untuk itu, pemetaan risikoyang cermat dilakukan Perseroan untuk mengantisipai terjadinya risiko tersebut. Selain mitigasi risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja bagi pekerja,Perseroan juga berkomitmen untuk mewujudkan keselamatan bagi publik, termasuk di dalamnya konsumen. [103-2]

Keselamatan publik merupakan salah satu jaminan keselamatan yang diatur dalam undang-undang migas. Di dalamnya diatur perlindungan bagi keamanan masyarakat umum agar terhindar dari kecelakaan yang disebabkan oleh kegiatan usaha migas.

Untuk pencegahan dan mitigasi keselamatan publik, Pertamina melakukan penyuluhan terhadap bahaya migas, memasang tanda peringatan atau larangan, memastikan sertifikat kelayakan terhadap instalasi dan peralatan, memastikan tanda keselamatan produk dan sebagainya. Jika terjadi insiden yang memengaruhi masyarakat, Pertamina mempunyai Emergency Crisis Center yang siaga dan dioperasikan sesuai dengan skala tanggap darurat. [103-3]

Emergency drill dilaksanakan secara rutin di semua lini operasi, baik secara mandiri maupun bersama pihak eksternal, Pertamina aktif dalam forum K3 Migas, MoU dengan POLRI & TNI, kegiatan MARPOLEX, MoU dengan Damkar.

Salah satu simulasi keadaan darurat diselenggarakan oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya pada 4 November 2018 bertajuk Major Emergency Drill Level I. Kegiatan dilakukan dengansimulasi penanganan keadaan darurat gempa dan tsunami di wilayah Bali yang berdampak kepada area operasi Pertamina yang berada di lokasi terkait, diantaranya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis, TBBM Sanggaran, Depot LPG Manggis, danDepot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai.Dalam simulasi tersebut, selain personel dari Pertamina,Perseroan melibatkan juga unsur dari TNI dan Polriserta masyarakat setempat. [103-3, 416-1]

Selain melakukan simulasi penanganan kondisi darurat, Pertamina telah memasang sejumlah rambu peringatan untuk mencegah terjadinya insiden yang bisa mengancam keselamatan pelanggan. Di SPBU misalnya dipasang rambu berisi "Dilarang Merokok di Area SPBU." Untuk konsumen Bright Gas, Perseroan juga mengeluarkan panduan petunjuk keselamatan dalam penggunaan roduk ini.

Dengan berbagai upaya tersebut di atas, selama tahun pelaporan, tidak tercatat adanya insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi dan/atau peraturan yang menyangkut dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa yang ditawarkan Pertamina. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya peringatan,denda atau hukuman yang diterima Perseroan dari otoritas resmi yang mengatur tentang kesehatan dan keselamatan pelanggan, yaitu Kementerian Perindustrian. [103-3, 416-2]

148
PERTAMINA Laporan Keberlanjutan 2018